Jumat, 03 April 2009

Penderitaan rakyat pada masa kedudukan Jepang


Penderitaan rakyat pada masa pendudukan Jepang

Penderitaan rakyat Indonesia selama penjajahan Jepang antara lain:

Ø Jepang merampas hasil pertanian rakyat, seperti padi dan jagung untuk persediaan makanan pasukan Jepang. Akibatnya, rakyat tidak punya cukup makanan dan kelaparan. Karena kurang gizi rakyat mudah terserang penyakit. Berbagai penyakit, seperti tipes, kolera, beri-beri dan malaria merajalela dimana-mana. Obat-obatan sulit didapatkan. Banyak rakyat Indonesia terpaksa memakai pakaian dari karung goni, karet lempengan, atau bahkan dari dau rumbia. Karena penderitaan itu, ribuan rakyat meninggal.
Ø Pemerintah Jepang sangat ketat melakukan pengawasan terhadap pemberitaan. Media masa disegel.
Ø Jepang juga memanfaatkan untuk diperas tenaganya bagi keperluan Jepang. Para pekerja paksa pada zaman Jepang disebut Romusha. Jepang mengerahkan rakyat Indonesia khususnya para pemuda untuk membangun prasarana perang, seperti : kubu-kubu, jalan raya, Bandar udara, benteng, jembatan, dan sarana perang lainya.
Para Romusha harus bekerja berat dalam bahaya serangan sekutu yang selalu mengancam. Tenaga mereka diperas secara berlebihan, sementara makanan tidak diperhatikan. Meraka tinggal dalam barak-barak yang kotor dan tidak sehat. Banyak Romusha mati Karena kelapran, kecapaian, terkena serangan sekutu, atau karena terserang penyakit.

Selain Romusha, banyak barisan dibentuk untuk kepentingan Jepang, seperti :
A. Seinendan ( barisan pemuda )
B. Keibodan ( barisan pembantu polisi )
C. Fujinkai ( barisan wanita )
D. Suishintai ( barisan pelopor )
E. Jibakutai ( barisan berani mati)
F. Gakutotai ( barisan pelajar)
G. Peta ( Pembela tanah air )

Ø Banyak wanita yang terpaksa melayani nafsu bejat pasukan Jepang. Kebanyakan dari antara mereka tertipu karena bujukan dan janji-janji tentara Jepang yang akan membrikan lapangan pekerjaan yang baik dengan gaji yang lumayan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

tolong comment ya!

Mengenai Saya

Foto Saya
gimana ya? terserah kalian deh

Pengikut